Masuk tahun 2019, konsultan gizi dan manajemen berat badan yang
berbasis di New Delhi, India, Kavita Devgan, berbagi pendapatnya tentang tren
makan sehat yang bakal muncul setahun ke depan. Devgan adalah penulis
buku Don’t Diet! 50 Habits of Thin People and Ultimate Grandmother
Hacks: 50 Kickass Traditional Habits for a Fitter you.
Menurut Devgan, kebiasaan makan kita setiap hari
terus berkembang. Kadang-kadang condong ke 'yang lebih sehat'
dan sering pula bergantung pada 'yang tidak terlalu
sehat'. “Tahun 2019 akan melibatkan banyak introspeksi. Akan terus
bergerak menuju makan yang bersih, dan menjaga kesehatan serta tubuh
Anda secara sadar,” ungkapnya. Nah, apa saja yang dianjurkan Devgan untuk
kesehatan tubuh kita setahun ke depan? Berikut petikannya, seperti dilansir
dari laman thehealthsite, Selasa (1/1).
1.Protein Berbasis Tumbuhan
Tahun ini fokusnya akan lebih banyak bergerak ke arah protein
nabati. Sumber protein, seperti kacang polong dan kacang-kacangan
lainnya serta biji-bijian akan menjadi semakin didambakan.
Kita juga
akan melihat lebih banyak makanan yang terbuat dari kacang-kacangan,
biji-bijian, jamur, nangka dan ganggang. Makanan ini bakal menggantikan
produk hewani karena cocok dengan rasa dan nilai gizi.
2.Fokus Pada Kesehatan Usus
Kesehatan usus akan menjadi pusat perhatian. Faktanya adalah
ketika usus kita tidak berfungsi secara optimal (ketika keseimbangan bakterinya
diubah), tingkat energi, tingkat stres, kualitas tidur kita, semuanya akan
terpengaruh.
Tetapi pada tahun 2019 meskipun probiotik akan tetap penting,
fokusnya akan lebih mengarah pada sumber-sumber alami, seperti yogurt
susu, asinan kubis, sayuran fermentasi, kimchi, dan hidangan
fermentasi.
3. Herbal
Herbal yang berasal dari alam, tanaman obat dan ekstrak tumbuhan
dapat membantu kita melawan efek stres dan peradangan serta memulihkan
kesehatan. Bahan-bahan dari lama itu pada dasarnya dapat menyesuaikan
fungsi mereka.
Tergantung pada apa yang dibutuhkan tubuh dan memiliki efek
positif pada keseimbangan hormon serta cara tubuh berfungsi di bawah
tekanan. Ginseng, jahe, jamur, kelor, ashwagandha, maca, dan banyak
lagi bagus untuk kesehatan tubuh.
4. Kembali ke Masa Lalu
Siapa bilang masa lalu akan berlalu begitu saja. Ow, tentu saja
tidak. Soal mengolah makanan, misalnya. Cara-cara yang dilakukan oleh
para pendahulu kita akan booming lagi. Salah satu contohnya, mematangkan
makanan dengan cara dikukus. Karen acara ini lebih sehat, banyak yang sadar
jika mereka harus meninggalkan cara digoreng dan menganggatinya dengan cara dikukus.
Akan baik bagi kita untuk terus mengikuti cara hidup yang sehat
yang para tetua kita telah susah payah uraikan untuk kita. Ya, bahkan jika
sains tidak memvalidasinya kadang-kadang.
5. Pendekatan Pertanian ke Meja
Tren ini masih pada tahap baru tetapi akan tumbuh secara
berlebihan pada tahun 2019. Daging yang diberi makan rumput, sayur-sayuran
organik dan lokal, anggur alami dan organik akan memiliki lebih banyak
peminat.
'Eksotis dan mahal' akan kehilangan sebagian daya pikatnya.
6. Makanan Penutup yang Lebih Sehat
Sekarang sarannya adalah memilih makanan penutup yang lebih
sehat. Bukan hanya bola gula, lemak dan karbohidrat olahan. Bisa
dessert yang mengandung protein dan kalsium. Atau menyantap suguhan beku
yang mencakup alpukat dan air kelapa.
7. Pilihan Makanan
yang Berorientasi Kesehatan
Semakin banyak orang akan mencoba makan secara intuitif. Ini
melibatkan isyarat lapar tubuh Anda, dan membiarkannya mencapai bobot alami dan
biologisnya. Cara makan ini melibatkan makanan dan bertanya, “Apakah ini akan
menyehatkan saya?” Alih-alih bertanya, “Apakah ini akan membuat saya
kurus?” (*/opi)




