Kalajengking dikenal sebagai binatang melata berbahaya, karena memiliki racun yang mematikan. Namun, sebuah studi menyebutkan, suatu hari nanti pengobatan yang meningkatkan kehidupan hampir 1,3 juta orang dengan rheumatoid arthritis (rematik) mungkin berasal dari racun kalajengking.
Penelitian yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine menyebutkan, komponen yang ditemukan dalam racun kalajengking dapat mengurangi tingkat keparahan rheumatoid arthritis. Arthritis adalah pertanda jelas kesehatan tulang yang buruk. Dimana biasanya terjadi pada seseorang yang mulai menua.
Rheumatoid arthritis memengaruhi persendian dan orang-orang mungkin akan menderita keluhan nyeri dan kekakuan sendi. Gejala lainnya meliputi kemerahan, pembengkakan dan penurunan pergerakan sendi yang terkena.
Meski ada banyak perawatan untuk kondisi tersebut, seperti pengobatan, fisioterapi atau kadang operasi, yang membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, masih belum ada obatnya.
Dalam penelitian ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr Christine Beeton menemukan, salah satu dari ratusan komponen racun kalajengking dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit serupa pada hewan, tanpa menimbulkan efek samping. "Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun. Dimana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Dalam kasus ini, itu memengaruhi persendian," kata Beeton yang dilansir dari laman Zeenews, Kamis (1/3).
"Sel yang disebut fibovblas-like synoviocytes (FLS) memainkan peran utama dalam penyakit ini. Ketika mereka tumbuh dan bergerak dari sendi ke sendi, mereka mengeluarkan produk yang merusak sendi dan menarik sel-sel kekebalan yang menyebabkan peradangan dan nyeri, sendi menjadi membesar dan tidak bisa bergerak," jelasnya.
Perawatan saat ini menargetkan sel kekebalan yang terlibat dalam penyakit ini dan tidak ada yang spesifik untuk FLS. Beeton dan rekan-rekannya mempelajari FLS yang memungkinkan mencegah atau menghentikan sel-sel merusak sendi.
"Dalam penelitian sebelumnya, kami mengidentifikasi saluran potasium pada FLS pasien dengan rheumatoid arthritis dan menemukan bahwa saluran tersebut sangat penting untuk pengembangan penyakit ini. Kami ingin menemukan cara untuk menghadang saluran tersebut untuk menghentikan sel-sel merusak persendian," ujar Beeton
Saluran kalium bekerja dengan membukan gerbang pada permukaan sel yang memungkinkan ion potassium - atom bermuatan kecil - mengalir masuk dan keluar dari sel. Aliran ion melalui saluran diperlukan bagi sel untuk melakukan banyak fungsi penting mereka.
"Racun kalajengking memiliki ratusan komponen yang berbeda. Salah satu komponen dalam racun kalajengkin yang disebut Buthus tamulus secara khusus menghalangi saluran potasium FLS dan bukan saluran di sel lain seperti sistem saraf," kata penulis pertama, Dr. Mark Tanner.
"Di sini kami menyelidiki apakah komponen racun ini, yang disebut iberiotoxin dapat secara khusus memblokir saluran kalium FLS dan mengurangi keparahan rheumatoid arthritis pada model tikus penelitian," pungkasnya. (one/opi)
Penelitian yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine menyebutkan, komponen yang ditemukan dalam racun kalajengking dapat mengurangi tingkat keparahan rheumatoid arthritis. Arthritis adalah pertanda jelas kesehatan tulang yang buruk. Dimana biasanya terjadi pada seseorang yang mulai menua.
Rheumatoid arthritis memengaruhi persendian dan orang-orang mungkin akan menderita keluhan nyeri dan kekakuan sendi. Gejala lainnya meliputi kemerahan, pembengkakan dan penurunan pergerakan sendi yang terkena.
Meski ada banyak perawatan untuk kondisi tersebut, seperti pengobatan, fisioterapi atau kadang operasi, yang membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, masih belum ada obatnya.
Dalam penelitian ini, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr Christine Beeton menemukan, salah satu dari ratusan komponen racun kalajengking dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit serupa pada hewan, tanpa menimbulkan efek samping. "Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun. Dimana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Dalam kasus ini, itu memengaruhi persendian," kata Beeton yang dilansir dari laman Zeenews, Kamis (1/3).
"Sel yang disebut fibovblas-like synoviocytes (FLS) memainkan peran utama dalam penyakit ini. Ketika mereka tumbuh dan bergerak dari sendi ke sendi, mereka mengeluarkan produk yang merusak sendi dan menarik sel-sel kekebalan yang menyebabkan peradangan dan nyeri, sendi menjadi membesar dan tidak bisa bergerak," jelasnya.
Perawatan saat ini menargetkan sel kekebalan yang terlibat dalam penyakit ini dan tidak ada yang spesifik untuk FLS. Beeton dan rekan-rekannya mempelajari FLS yang memungkinkan mencegah atau menghentikan sel-sel merusak sendi.
"Dalam penelitian sebelumnya, kami mengidentifikasi saluran potasium pada FLS pasien dengan rheumatoid arthritis dan menemukan bahwa saluran tersebut sangat penting untuk pengembangan penyakit ini. Kami ingin menemukan cara untuk menghadang saluran tersebut untuk menghentikan sel-sel merusak persendian," ujar Beeton
Saluran kalium bekerja dengan membukan gerbang pada permukaan sel yang memungkinkan ion potassium - atom bermuatan kecil - mengalir masuk dan keluar dari sel. Aliran ion melalui saluran diperlukan bagi sel untuk melakukan banyak fungsi penting mereka.
"Racun kalajengking memiliki ratusan komponen yang berbeda. Salah satu komponen dalam racun kalajengkin yang disebut Buthus tamulus secara khusus menghalangi saluran potasium FLS dan bukan saluran di sel lain seperti sistem saraf," kata penulis pertama, Dr. Mark Tanner.
"Di sini kami menyelidiki apakah komponen racun ini, yang disebut iberiotoxin dapat secara khusus memblokir saluran kalium FLS dan mengurangi keparahan rheumatoid arthritis pada model tikus penelitian," pungkasnya. (one/opi)