Pendidikan seks bagi remaja tidak hanyaks Bebas bercerita apa itu hubungan seksual. Tapi, juga bisa memberikan beragam informasi mengenai penyakit menular seksual berbahaya.
Ada banyak masalah yang melingkupi remaja. Di tengah pubertas sekaligus masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, hampir semua remaja sedang giat-giatnya mencari identitas diri. Akhirnya, mereka pun menerima informasi dari banyak arah. Kalau tidak ada yang mengarahkan, informasi itu bisa jadi bumerang bagi mereka sendiri yang justru bakal mencelakai. Banyak ahli di bidang-bidang terkait, sepeti spikologi, ilmu soasial hingga medis, menjadi remaja sebagai obyek penelitian. Rata-rata di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan Denpasar (Bali), hubungan seks bebas ternyata banyak terjadi. Seks bebas dianggap sesuatu yang lumrah layaknya budaya barat. Kebanggaan bisa ‘memertahankan’ kegadisan pun makin luntur. Ginekolog RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Budiyo Santoso SpOG, mengungkapkan, remaja sekarang banyak yang tidak sadar bahwa hubungan seks bebas sama sekali tidak memiliki fungsi. Dengan embel-embel rayuan alias kalimat omong kosong seperti Aku sayang kamu, Aku cinta kamu, Aku tidak bisa hidup tanpamu, yang diucapkan remaja pria, banyak cewek yang klepek-klepek dan mau diajak melakoni hubungan seks bebas. “Remaja yang beragama, berakhlak, dan berpendidikan, seharusnya tahu bahwa itu (hubungan seks bebas sebelum resmi menikah) tidak diperbolehkan. Semua ajaran mengatakan seperti itu (mengharakan, Red),” ingat Dokter Budiyo. Lebih jauh diungkapkannya, hubungan seks bebas bisa mengakibatkan beragam bahaya. Yang utama adalah kehamilan di luar nikah dan tertularnya penyakit menular seksual. “Secara psikologis remaja yang melakukan hal tersebut (seks bebas) juga pasti tertekan. Merasa salah yang berlebihan dan akhirnya depresi,” sambungnya. Kehamilan Remaja Kehamilan pada remaja terjadi akibat kurangnya pengetahuan si anak tentang seks yang benar. Kehamilan juga bisa terjadi karena remaja kita tidak mampu mengendalikan dirinya terhadap keinginan (nafsu) untuk menjalani hubungan seks itu sendiri. Nah, di sinilah menurut Dokter Budiyo, dibutuhkan peran pendidikan seks. Remaja yang sudah cukup dibekali pendidikan seks yang benar sekaligus sesuai porsinya, akan mempunyai pemahaman yang lebih baik daripara mereka yang sama sekali tidak punya bekal. “Kalau sudah tahu untung ruginya, ya kebacut kalau masih melakukannya (hubungan seks di luar nikah). Itu namanya ya sengaja nabrak larangan,” jelasnya. Kata dokter Budiyo, pendidikan seks akan memberitahu pada remaja untung dan ruginya melakukan hubungan seks di luar nikah, atau saat dia masih remaja. Dilihat dari sisi manapun, kehamilah di luar nikah pada saat kita masih remaja, sama sekali tidak ada segi positifnya. “Harus diingat bahwa budaya masyarakat manapun, idak bisa menerima kehamilan tanpa pernikahan,” ingatnya. Sayangnya, meskipun pendidikan seks itu sudah ditanamkan oleh sekolah, keluarga maupun lingkungan dengan baik dan sesuai porsinya, namun dalam prakteknya masih banyak remaja kita yang nekad. Alih-alih karena ingin mencoba, mereka telah melanggar norma agama maupun akhlak. “Ya itu tadi embel-embelnya, karena mau nyoba-nyoba atau takut ditinggal kekasih. Justru kalau pacar kita ngajak yang gituan (berhubungan seks di luar nikah, Red), berarti mereka tidak mencintai kita. Jadi, lebih baik tinggalkan saja tipe cowok yang nggak gentle seperti itu,” bebernya. Dokter Budiyo mengungkapkan, banyak remaja kita yang kebobolan (hamil di luar nikah) akhirnya memilih jalan singkat, yaitu mengakhiri kehamilannya alias aborsi. Mereka berbuat demikian dengan dalih malu, belum siap menjadi orang tua, atau tak sanggup memberikan kehidupan yang layak karena belum bekerja. “Padahal, secara medis aborsi sangat merugikan,” ungkapnya. Penyakit Menular Seksual Selain kehamilan, hubungan seks bebas bisa menyebabkan tertularnya penyakit menular seksual. Penyakit ini muncul karena infeksi tertentu yang ditularkan melalui kontak seksual. “Lebih dari 20 penyakit bisa muncul akibat hubungan seks bebas. Tapi empat yang paling berbahaya itu adalah GO, sifilis, herpes genital, dan AIDS,” jelas Dokter Budiyo. GO adalah kependekan dari Gonore. Penyebab penyakit ini adalah bakteri gonokokus dan N-Gonore. Bakteri jenis ini gemar tinggal di saluran kencing, vagina, saluran pelepasan, mulut serta maka. “Yang harus diingat, bakteri jenis ini tidak ditularkan melalui benda,” tegas Dokter Budiyo. Diungkapkannya, gejala-gejala penyakit GO pada wanita tidak begitu jelas karena menyerang genitalia interna. Namun salah satu yang menandai yaitu munculnya kotoran bernanah dari vagina. “(Penyakit) GO sangat berbahaya bagi ibu hamil. Karena si ibu bisa menularkan pada bayinya saat ia melahirkan. Bayinya bisa buta lho,” ingatnya. Kalau pada pria, lanjut Dokter Budiyo, GO ditandai dengan munculnya rasa sakit saat kencing, kencing pun bisa bernanah. Dan kalau sudah menyerang testis, dokter bisa mengambil tindakan sterilisasi. “Kalau sudah sterisilasi, berarti si pria bisa mandul,” ungkapnya. (*)
