Obesitas Ancam Kecantikan


*Tertutup Pakaian, Lupa Sudah Kegemukan
Semua orang, apalagi perempuan, pasti menginginkan tubuh yang ideal, proporsional, kecang sekaligus sehat. Tapi untuk mewujudkan keinginan tersebut, sekarang ini tak segampang membalik telapak tangan. Gaya hidup, ragam makanan cepat saji, stres karena pekerjaan, atau pun genetik adalah faktor-faktor yang membuat kita kelebihan berat badan maupun obesitas.
Sayangnya, karena tertutup oleh pakaian, orang tak cepat sadar jika tubuhnya sudah obesitas. Padahal obesitas tak hanya sebagai sarangnya penyakit, tapi dari sisi estetika juga sangat menganggu. “Obesitas termasuk problem estetika yang kini mulai banyak terjadi. Tak hanya orang dewasa, anak-anak maupun remaja pun mulai mengeluh dengan problem ini,” kata dr Fanny Riawati Imannudin, pakar anti aging. 
TIDAK CUKUP: Kalau tubuh sudah segemuk ini, ya sebaiknya mulai menjaga pola makan dan melakukan olahraga. 

Diungkapkannya, problem kenaikan berat badan sangat memengaruhi kecantikan wajah. Contohnya, chubby face (bentuk wajah yang cembung), double chin (dagu berlipat), eye bag (kantung mata), sagging face (wajah kendor) serta garis kerutan seperti nasolabial fold (garis senyum sekitar hidung) dan mesolabial fold (garus senyum sekitar mulut). “Dengan ragam pengaruh ini, sebaiknya problem obesitas diatasi dengan langkah holistik antara kombinasi nutrisi yang spesifik dengan hormon terapi aman. Jangan lupa aesthetic treatment juga tetap harus dilakukan,” lanjutnya.
Konsep penanganan masalah berat badan yang ditawarkan dr Fanny di antaranya adalah diet dengan bahan makanan khusus, nutrisi suplemen yang customized, terapi hormon, body contouring, liposuction maupun weight loss exercise program. Khusus body contouring, dilakukan  dengan kombinasi dua treatment, yaitu radio frequency slim body dengan lipobuner. Radio frequency slim body dilakukan dengan menggunakan prosedur medis menggunakan teknologi unipolar radio frequency dengan gelombang 500 Khz. Efek panas gelombang ini dapat mengurangi lemak subkuta, yaitu yang berada di lapisan di bawah kulit dengan banyak jaringan lemaknya. “Treatment ini juga bisa meransang pembentukan kolagen serta meningkatkan aliran limfatik,” sambung dr Fanny.
Sedangkan lipobuner adalah penggunaan bahan-bahan herbal yang aman, seperti glycerin, laminaria digitata, dan garania cambosia. Caranya dengan memasukannya di area perut, paha dalam, lengan dan pinggang. “Cara ini berfungsi membakar lemak subkutan di area tertentu,” pungkasnya. (*)