Awal tahun ini Vero semakin sering disebut. Padahal media sosial (medsos) yang disebut-sebut sebagai pesaing Facebook dan Instagram ini sudah ada sejak tahun 2015.
Dilansir USA Today, Vero merupakan aplikasi baru yang berharap mampu menarik banyak pengguna Facebook dan raksasa media sosial lainnya. Demi mewujudkan hal tersebut, Vero menjanjikan aplikasi yang bebas dari hal-hal yang tak disukai pengguna, seperti iklan. Vero yang belum lama dirilis di toko aplikasi ini bahkan menempati posisi atas dari jajaran aplikasi di App Store dan Play Store.
Adam Blacker, Communications Lead and Brand Ambassador untuk perusahaan riset Apptopia mengatakan bahwa Vero telah ada sejak tahun 2015. Namun, aplikasi sosial itu popularitasnya melonjak berkat iklan yang tepat waktu, mengingat Facebook dan Twitter tengah dikritik karena propaganda terkait pemilu di Amerika Serikat.
Situs Vero menulis dalam website-nya bahwa perusahaan bertujuan untuk memberi pengalaman sosial yang lebih kepada pengguna. Vero menawarkan tools untuk berbagi foto, video dan musik dan mengusung fitur yang berbeda, dimana pengguna bisa dengan mudah mengelompokkan teman dan menyesuaikan apa yang dibagikannya berdasarkan pengelompokkan itu.
Aplikasi Vero juga berbasis langganan sehingga perusahaan mampu menjanjikan pengguna untuk bebas dari iklan. Vero juga membebaskan biaya langganan bagi satu juta pelanggan selama seumur hidup.
Kemampuan Vero untuk menyaingi Facebook, Instagram, dan Snapchat memang masih belum diketahui. Bisa saja aplikasi ini populer hanya dalam waktu singkat atau bahkan sukses dan mendulang pertumbuhan signifikan. (one/opi)
Dilansir USA Today, Vero merupakan aplikasi baru yang berharap mampu menarik banyak pengguna Facebook dan raksasa media sosial lainnya. Demi mewujudkan hal tersebut, Vero menjanjikan aplikasi yang bebas dari hal-hal yang tak disukai pengguna, seperti iklan. Vero yang belum lama dirilis di toko aplikasi ini bahkan menempati posisi atas dari jajaran aplikasi di App Store dan Play Store.
Adam Blacker, Communications Lead and Brand Ambassador untuk perusahaan riset Apptopia mengatakan bahwa Vero telah ada sejak tahun 2015. Namun, aplikasi sosial itu popularitasnya melonjak berkat iklan yang tepat waktu, mengingat Facebook dan Twitter tengah dikritik karena propaganda terkait pemilu di Amerika Serikat.
Situs Vero menulis dalam website-nya bahwa perusahaan bertujuan untuk memberi pengalaman sosial yang lebih kepada pengguna. Vero menawarkan tools untuk berbagi foto, video dan musik dan mengusung fitur yang berbeda, dimana pengguna bisa dengan mudah mengelompokkan teman dan menyesuaikan apa yang dibagikannya berdasarkan pengelompokkan itu.
Aplikasi Vero juga berbasis langganan sehingga perusahaan mampu menjanjikan pengguna untuk bebas dari iklan. Vero juga membebaskan biaya langganan bagi satu juta pelanggan selama seumur hidup.
Kemampuan Vero untuk menyaingi Facebook, Instagram, dan Snapchat memang masih belum diketahui. Bisa saja aplikasi ini populer hanya dalam waktu singkat atau bahkan sukses dan mendulang pertumbuhan signifikan. (one/opi)
